Sunday, 3 February 2013

MESIN PENYAMBUNG PIPA HDPE

TEHNIK PENYAMBUNGAN PIPA HDPE DENGAN MENGUNAKAN HYDRAULIC BUTT FUSION WELDING MACHINE | MESIN LAS PIPA HDPE

Mesin penyambung pipa HDPE ada dua jenis yaitu;  BUTT FUSION MACHINE , dan  ELECTROFUSION MACHINE . Keduanya memiliki fungsi yang sama yaitu PEMANASAN (THERMOPLASTIC), yaitu pemanasan bagian pipa HDPE yang akan disambung hingga mencapai titik lelehnya kemudian pendingan (cooling time) sehingga kedua bagian tersebut menyatu/bersenyawa.
Mesin butt fusion seringkali disebut  mesin las HDPE . Meskipun sesungguhnya pipa HDPE tidak dilas melainkan di fusi (fusion). Penyambungan secara butt fusion adalah menyambung 2 bagian pipa / fitting HDPE dengan pemanasan dan tekanan.

Ada 3 macam cara mesin butt fusion:
  
1.    Mesin butt fusion manual, dijalankan dengan manual / tanpa hydrolik
2.    Mesin butt fusion semi automatic, memiliki hydrolik tapi masih dijalankan secara manual
3.    Mesin butt fusion automatic, seluruh pekerjaan dijalankan oleh komputer

Di Indonesia yang banyak digunakan adalah mesin butt fusion manual dan semi automatic. Untuk type manual kurang direkomendasikan mengingat keterbatasan tenaga manusia selaku operator yang berbeda-beda sehingga mutu sambungan kurang sempurna.

Peralatan yang dibutuhkan:

·       Generator / genset untuk menjalankan pemanas, hydrolik serta pengaturan melalui kontrol panel.
·       Mesin butt fusion yang sesuai dengan ukuran pipa HDPE, lengkap dengan clamp insert, kontrol panel, piring pemanas (plate heater) dan sebagainya.
·       Peralatan pendukung seperti Pipa Rollers, stub end holder, tenda kerja, lingkungan yang bersih serta mesin telah terkalibarasi dengan benar (termometer dan timer).

Pra-las pemeriksaan, sebelum memulai operasi pengelasan, periksa:

1.    Tempat kerja yang bersih dan tenda mencukupi untuk bekerja
2.    Parameter pengelasan yang benar untuk mesin dan pipa yang dilas. Lihat tabel pada buku paduan mesin
3.    Mesin butt fusion dalam keadaan lengkap dan tidak rusak.
4.    Genset cukup bahan bakar dan bekerja dengan baik.
5.    Pelat pemanas bersih - jika tidak, itu sementara dingin dengan banyak air bersih dan keringkan dengan bersih, bebas serat kain atau handuk kertas.
6.    Alat pemangkasan bersih dan tajam.
7.    Menggunakan clamp insert / penjepit ukuran yang benar dan bersih, dengan tidak ada grit tertanam yang dapat menyebabkan pipa cacat.
8.    Pelat pemanas pada suhu yang benar.
9.    Pipa-pipa yang akan dilas adalah dari bahan HDPE dan SDR sesuai tabel.

Untuk memastikan hasil yang baik, disarankan membuat DUMMY WELD, yaitu uji sampel pengelasan untuk ukuran dan spesifikasi pipa yang sama deng yang akan di las. Las uji coba ini akan dianalisa secara kasat mata agar didapat mutu hasil yang baik.